Menurut penelitian, pada dua tahun pertama kehidupan manusia, perkembangan otak terjadi begitu pesat. Pada saat anak menginjak usia dua tahun, ukuran otaknya sudah mencapai kurang lebih 80 persen otak orang dewasa. Kenyataan ini menunjukkan pentingnya pola pengasuhan yang benar agar terbentuk dasar-dasar yang baik bagi pertumbuhan selanjutnya. Mula-mula anak selalu menerima saja apa yang seharusnya dia dapatkan. Namun di akhir tahun pertama dia mulai mencari apa yang diinginnkannya dan tidak mau menerima begitu saja.
Perkembangan kecerdasan pada 2 tahun pertama kehidupan manusia sungguh menakjubkan. Kemajuan demi kemajuan terjadi di depan mata orang tua ( atau pengasuh ) dan merupakan sumber kenikmatan jika orang tua mempunyai cukup waktu dan perhatian terhadap bayinya.
Menurut pakar perkembangan manusia, Jean Piaget, tahun pertama kehidupan seorang anak diwarnai dengan dorongan untuk mengenali dunia sekitar melalui sensori motor atau panca indra. Yang juga perlu dicermati adalah kesukaan anak memasukkan makanan atau benda-benda lain ke dalam mulut. Kegiatan ini adalah dorongan alamiah bayi untuk mengenali dan menjelajahi dunia di sekitarnya melalui panca indra.
Mengamati perkembangan bahasa anak sangat menarik. Ada 4 strategi seorang anak memperoleh kemampuan bahasa yakni meniru, mengulangi, merangkai kata-kata menjadi kalimat dan menggunakan kata-kata dalam konteks. Pada tahap awal, ocehan seorang bayi kedengarannya seperti tidak bermakna. Padahal cehan ini merupakan bagian penting dari proses pemerolehan bahasa. Selain itu, bayi juga bisa memberi reaksi pada perkataan-perkataan orang dewasa. Pda tahap awal, reaksi bayi mungkin tidak terlalu bermakna bagi orang tua. tapi orang tua sebaiknya terus berupaya mengajak anaknya berkomunikasi. KEmudian bayi akan mengenali nama-nama anggota keluarga yang lain serta bereaksi ketika namanya sendiri dipanggil. Anak juga mengerti perintah sederhana. Setelah itu anak mulai suka meniru dan mengulangi kata-kata orang dewasa di sekitarnya. Baru kemudian anak belajar merangkai kata-kata menjadi kalimat dan menggunakannya dalam konteks yang sesuai.
Perkembangan sosial anak sangat bergantung pada sering tidaknya anak diberi kesempatan untuk mengenal orang-orang di luar lingkaran keluarga. Makin banyak orang baru yang ditemui dan dikenal anak, akan makin luas pula lingkungan sosialnya. Perkembangan sosial diawali dengan mengenali anggota keluarga serta bersikap ramah (tersenyum dan mau digendong) pada orang yang sudah sangat dikenal dan menolak orang yang belum dikenal.
BAGAIMANA CARANYA ?
A.UMUM
1. Sesegera mungkin setelah proses kelahiran, berikan kontak fisik sebanyak mungkin
Mengapa ? menurut teori-teori perkembangan dan berbagai penelitian mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, kontak fisik dengan pengasuh merupakan kesempatan belajar untuk anak pada tahapan yang sangat dini. Anak perlu merasakan, mencium, mendengar, dan melihat untuk mendapatkan data-data yang akan dia serap dalam proses belajarnya. Bayi yang terpenuhi kebutuhan-kebutuhannya akan tumbuh menjadi bayi yang merasa aman dan cerdas.
2. Berikan ASI, terutama pada bulan-bulan pertama.
3. Jika sudah saatnya makan makanan padat, pastikan asupan gizi dan nutrisi untuk anak anada cukup baik
Mengapa ? Pada masa ini, anak mempunyai kebutuhan gizi dan nutrisi agar sel-sel tubuh dan otak bisa berkembang dengan baik. Sel-sel otak dan tubuh yang sehat dibutuhkan untuk perkembangan kecerdasan dalam berbagai bidang.
B. KECERDASAN MUSIKAL
4. Berikan permainan bunyi-bunyian
Mengapa ? Beyi menyukai permainan yang mengeluarkan bunyi-bunyian. Melalui indra pendengarannya, bunyi ini akan dia serap sebagai bahan untuk menumbuhkan kecerdasan musikal.
5.Putarlah musik di rumah anda.
Mengapa ? Eksposur terhadap musik dalam kehidupan anak perlu dimulai sejak dini. Pada usia yang masih sangat muda, anak bisa belajar dan menikmati keindahan musik. Hal ini akan mengarah pada sedikitnya dua hasil positif. Pertama, rasa nikmat yang dialami ketika mendengarkan musik akan menumbuhkan kecintaan pada msik sejak usia masih muda. Rasa cinta musik ini akan menjadi dasar yang sangat penting untuk belajar musik secara khusus d kemudian hari. Kedua, eksposur terhadap musik akan menumbuhkan kepekaan terhadap nada-nada dan irama-irama yang berbeda sejak dini.
Selain itu, kecerdasan musikal lebih ampuh dibandingkan yang lain dalam mempengaruhi perasaan manusia. Kekuatan musik, ritme, suara dan geteran mempunyai dampak sangat kuat dalam membentuk berbagai perasaan.
6. Jadikan setiap momen sebagai peluang menumbuhkan kecerdasan musikal.
Mengapa ? meski tidak hanya dihasilakn melalui alat-alat musik yang memang khusus dibuat secara profesional. Musik bisa ditemui di alam dalam berbagai nada dan bentuk.
Kecerdasan musik adalah kecerdasan yang pertama dikembangkan manusia sejak dalam rahim. Ketika janin masih berada dalam rahim ibu, detak jantung ibu, denyut nadi, aliran darah serta makanan serta berbagai proses dalam tubuh ibu (pencernaan misalnya0 merupakan sajian musik bagi anak. Dia sudah belajar ritme dan irama melalui detak jantung ibu.
Ketika keluar darai kandungan ibu, bayi juga mendapatkan berbagai macam sajian musik dari lingkungan sekitar (bunyi tokek, jangkrik, air yang gemericik, dan berbagai kegiatan sehari-hari orang dewasa). Orang tua bisa berperan mengajak anak menemukan keindahan musikal dari sertiap moment yang ada.
C. KECERDASAN GERAK TUBUH
7. Ketika bayi mulai belajar merangkak, amankan rumah anda dan jauhkan segala potensi bahaya.
Mengapa ? Banyak orang tua lebih mementingkan dekorasi rumah daripada pertumbuhan anak amereka. Anak yang diharuskan menyesuaikan dengan keinginan orang tua untuk mempunyai rumah dengan penataan yang indah. Hiasan-hiasan kristal dan laian-lain yang indah. mahal namun mudah pecah diletakkan di atas meja dan rak-rak. Tentu saja penataan rumah yang indah menjadi menyenangkan dan mengundang pujian bagi pemilik rumah dari para tamu yang kebetulan memperhatikan. Disisi lain, secara alamiah anak kecil terdorong oleh rasa ingin tahunya untuk meraih dan memegang hiasan-hiasan tersebut. Karena perkembangan motorik halus belum sempurna, benda-benda yang ada dalam pegangan tangan mudah terlepas dan jatuh. Melihat hal ini, orang tua melarang dan bahkan berteriak-teriak membatasi anak untuk menyelamatkan benda-benda mahal tersebut. Tanpa disadari, keterikatan orang tua terhadap benda-benda tersebut berakibat pada pembatasan ruang gerak anak. Sebelum mencapai usia 2tahun, anak sedang mengalami perkembangan motorik kasar dan halus melalui penjelajahannya atas dunia di sekitarnya. Jika pada masa penjelajahan ini anak merasa dibatasi, dia akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan motorik kasar dan halusnya dan juga koordinasi antara otak dan gerak yang merupakan dasar bagi pengembangan kecerdasan gerak tubuh.
Mempunyai anak berusia di bawah 2 tahun tidak berarti rumah harus menjadi semrawut dan tidak tertata. Kuncinya adalah prioritas orang tua selama proses pertumbuhan anak dan upaya orang tua dalam membuat penataan rumah yang child-proof dan child-friendly (tahan anak dan ramah anak). Anak perlu diberi ruang dan kebebasan untuk menjelajahi rumahnya sendiri, sehingga penataan rumah harus dibuat aman dan nyaman.
8. Berikan kesempatan kepada anak untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana untuk dirinya sendiri.
Mengapa ? Ajarkan anak untuk membuka dan mengenakan pakaian, celana dan sepatunya sendiri. Kegiatan ini akan meningkatkan perkembangan motorik halusnya. Anak perlu dilatih mandiri secara perlahan-lahan untuk mengembangkan koordinasi antara syaraf-syaraf otak dengan anggota-anggota tubuh.
D. KECERDASAN VISUAL SPATIAL
9. Biarkan anak bereksplorasi pada waktu makan.
Mengapa ? Banyak orang tua mengeluhkan persoalan sulit makan yang dialami oleh anak-anak mereka. Yang tidak dipahami oleh beberapa orang tua tersebut adalah alasan penolakan dan pemberontakan anak pada saat acara makan. Suatu kebiasaan keliru yang banyak dilakuakn pada masa pengasuhan anak di Indonesia adalah pengekangan kemerdekaan anak sejak dini demi pemenuhan kebutuhan fisik anak. Sebagai contoh, pada saat makan, seringkali orang tua atau pengasuh menggendong anak dengan selendang yang menutupi hampir seluruh bagian tubuhnya kecuali kepala. Tujuannya adalah mengikat tangan si bayi agar tidak mengganggu dan melempar makanan. Kemudian orang tua atau pengasuh menyuapkan makanan ke dalam mulut bayi dan mengharapkan bayi menerimanya dengan senang hati. Padahal sebetulnya anak mempunyai kebutuhan untuk belajar dan bereksplorasi mengenai berbagai macam hal. Salah satu kebutuhan belajar ini adalah menyentuh dan merasakan makanan (tekstur, rasa, bau dsb) melalui sarana panca indranya termasuk tangan dan mulut.
Di beberapa negara maju, semenjak bayi bisa duduk, orang tua sudah tidak lagi menyuapinya. Dia akan didudukkan di kursi bayinya dan menjadi setara dengan anggota keluarga lain pada saat acara makan. Makanan dan minuman beserta perkakas makan yang memang khusus untuk bayi akan diletakkan di hadapannya. Dia akan mengambil sesuatu dari mejanya, memasukkanny ke dalam mulutnya, merasakannya, menelannya atau memuntahkannya. Tentu saja sebagian wajahnya akan belepotan makanan. Sesekali orang tua kan mengatakan " Jangan ! Jangan lemparkan sendok ke lantai." kadang-kadang orang tuanya mungin akan merasa jengkel dengan kebandelan anak itu tapi mereka tidak melepaskan hak anaknya untuk bisa belajar makan sendiri dan hak untuk berpartisipasi dalam acara makan bersama dengan anggota keluarga yang lainnya. Penampilan anak ini tentunya sangat tidak rapi dibandingkan dengan anak-anak Indonesia yang digendong dalam selendang dan disuapi oleh pengasuh. Namun seharusnya anak tidak kehilangan kemerdekaan dan proses belajarnya demi kebutuhan fisik sesaat. Justru penolakan dan pemberontakan anak bisa berakibat pada kesulitan makan pada anak yang bisa berlangsung sampai bertahun-tahun.
E. KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA
10. Ajak anak anda untuk mengamati benda-benda di sekitarnya dan bentuk-bentuk.
Mengapa ? Kecerdasan logika matematika adalah kemampuan untuk melihat, memahami dan mencari pola hubungan. Manusia mulai belajar matematika dengan mencari-cari bentuk dan pola sejak usia yang masih sangat dini dalam kehidupan> Tahapan pertama dalam perkembangan kecerdasan logika matematika adalah manipulasi dan permainan dengan benda-benda konkret di sekitar anak.
11. Ajak anak anda untuk melihat dan memahami pola hubungan.
Mengapa ? Manusia mulai belajar matematika dengan mencari-cari bentuk dan pola sejak usia yang masih sangat dini dalam kehidupan. Setelah bisa melakukan manipulasi dan permainan dengan benda-benda konkret di sekitarnya, anak akan beranjak mengamati pola-pola hubungan.
F . KECERDASAN LINGUISTIK
12. Berkomunikasilah dengan bayi anda.
Mengapa ? Memang bayi yang baru lahir tampaknya masih pasif dan belum mengerti dunia sekitarnya. Kelihatannya bayi hanya bisa mengungkapkan diri melalui tangisan saja. Padahal sebetulnya, dalam kediamannya, bayi trsebut menyerap banyak sekali dan juga belajar banyak sekali. Karena itu, orang tua atau pengasuh perlu secara aktif mengajak anaknya berkomunikasi dengan kata-kata lembut atau bahkan juga dengan lagu-lagu.
13. Mulailah kebiasaan bercerita dan mendongeng sejak dini.
Mengapa ? Orang tua tidak perlu menunggu sampai anak sudah bisa membaca dan berbicara lancar untuk membacakan cerita. Mungkin tampaknya bayi yang masih kecil belum mengerti dan memahami cerita. Padahal sebetulnya bayi sedang menerima input, menyerap apa yang terjadi di sekitarnya dan memprosesnya. Kegiatan membacakan cerita ini justru akan berguna bagi bayi kelak karena kegiatan ini menciptakan lingkungan yang kaya tahapan penting bagi perkembangan kemampuan anak untuk membaca dan berbicara.
14. Bermainlah bersama anak anda.
Mengapa ? Dunia anak adalah dunia bermain. Anak belajar mengenai banyak ha melalui kegiatan bermain. Kegiatan bermain bertujuan melatih perkembangan kemampuan bahasa dan sosialisasi anak.
G. KECERDASAN INTRAPERSONAL
15. Timanglah bayi anda dengan lembut.
Mengapa ? Kecerdasan intrapersonal merupakan bagian penting dari proses pendewasaan emosional. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bonding atau kotak fisik dan emosional antara orang tua dan anak merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pertumbuhan anak. Pada masa awal kehidupan seorang anak, orang tua perlu membangun kedekatan emosional sebagai landasan bagi perkembangan emosional anak di masa-masa mendatang.
16. Berikan pujian, tepuk tangan dan sorakan untuk setiap keberhasilan kecil.
Mengapa ? pada masa dini pertumbuhan anak membutuhkan pengakuan dan pengukuhan atas prestasi-prestasi kecil yang dia lakukan.Orang tua sebaiknya memberi perhatian dengan jeli terhadap proses pertumbuhan anak. Ada banyak prestasi kecil yang perlu diperhatikan dan ditangkap selama proses pertumbuhan anak. Dari seorang bayi yang tampaknya tidak berdaya dan secara total membutuhkan bantuan orang lain untuk menjadi seorang anak berusia 2 tahun dengan berbagai kelincahan dan kecerdasannya, ada suatu proses menakjubkan yang bisa dinikmati baik oleh si anak maupun orang tua.
Rasa nikmat tersebut akan membuat proses pertumbuhan menjadi menyenangka. Melihat berbagai kemajuan yang ditunjukkan anak, orang tua perlu mengungkapkan rasa senangnya dan memberikan respon positif. Reaksi positif yang anak dapatkan akan membuat anak mulai mengembangkan kesadaran akan kemampuan dirinya. Selanjutnya kesadaran diri yang positif ii akan membangun kecerdasan intrapersonal anak.
17. Ajak anak untuk melihat kegagalan sebagai proses menuju keberhasilan.
Mengapa ? Kegagalan merupakan bagian dari suatu proses pertumbuhan. Dalam proses pertumbuhannya, seorang anak akan mengalami cukup banyak kegagaln kecil amupun besar (misalnya jatuh ketika belajar merangkak, menjatuhkan benda yang dipegangnya, mengompol, berbicara kurang lancar, dan sebagainya). Ungkapan klise "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda" mengandung kebenaran.
Dalam konteks menumbuhkan kecerdasan anak, kegagaln merupakan peluang untuk belajar dan mencoba lagi. Dengan demikian, anak akan mencoba lagi mencari cara lain agar tidak menemui kegagalan yang kedua kalinya. Proses mencari akan melatih daya pikirnya. Dibalik kegagalan ada berbagai hal yang bisa dijadikan pelajaran. Pertama, kegagalan mengajarkan anak untuk merasa rendah hati dan menyadari keterbatasannya. Melalui kegagalan-kegagalan kecil, anak bisa belajar untuk lebih berhati-hati dan memperhitungkan resiko. Pengalaman kegagalan akan membuat anak untuk berusaha lagi dengan lebih baik. Ketiga, kegagalan menciptakan kesempatan bagi anak untuk dicintai secara utuh dan apa adanya. Jika orang tua bisa menerima kegagalan anak sebagai bagian dari proses pertumbuhannya, anak akan merasa diterima dan dihargai dan dicintai. Sebaliknya, ada beberapa orang tua yang menuntuthanya keberhasilan dan memberikan reaksi negatif atas kegagalan anak. Dalam situasi ini, anak akan merasa orang tuanya hanya mencintai keberhasilan dan prestasinya saja dan bukanlah dirinya.
18. Jangan mengambil alih peran dan tanggung jawab anak.
Mengapa ? sehubungan dengan kegagaln akan memberikan motivasi pada anak untuk berusaha lagi dengan lebih baik, sebaiknya orang tua tidak terlalu tergesa-gesa dan langsung membantu anak dalam mengatasi kegagalannya. Jangan biasakan untuk mengambil alih tanggung jawab anak. Ketika anak melakukan suatu kesalahan atau kekeliruan, ambillah kesempatan ini sebagai suatu momen pembelajaran bagi anak. Jangan mencarikan kambing hitam buat anak kita. Sebaliknya, dampingilah anak kita untuk bisa menghadapi kegagalannya dan mengatasinya sendiri. Anda bisa menghibur anak yang merasa gusar, takut dan sedih karena telah melakukan kesalahan tapi tetap mintalah dia untuk menghadapi permasalahannya sendiri. Sebagai oang tua, kita bisa mendukung dan mendampinginya tapi jangan sampai mengambil alih permasalahan anak (ingat, kita tidak akan hidup selamanya untuk bisa terus melakukan hal ini). Anak perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan kesadaran dirinya bahwa dia bisa mengatasi permasalahannya sendiri. Pengembangan kesadaran diri ini merupakan bagian dari kecerdasan intrapersonal.
19. Mengenali anggota keluarga dan teman-teman.
Mengapa ? Dunia anak akan terus meningkat mulai dari orang-orang terdekat (ayah, ibu dan pengasuh), anggota keluarga lain dan sanak saudara serta teman-teman. Seiring dengan itu, perkembangan kecerdasan interpersonal anak diawali dengan mengenali anggota keluarga serta bersikap ramah (tersenyum dan mau digendong) pada orang yang sudah sangat dikenal dan menolak orang yang belum dikenal.Lingkungan sosial ini makin lama makin luas bergantung pada sering tidaknya anak diberi kesempatan untuk mengenal orang-orang di luar lingkungan keluarga.
Sikap orang tua sangat berpengaruh pada anak. Orang tua yang gembira dan ramah bisa menularkan sikap positifnya itu pada anak. Bayi akan mudah tersenyum dan gembira juga. Sebaliknya, sikap orang tua yang tidak ramah dan penuh curiga akan membuat anak jadi merasa takut juga pada orang lain.
20. Berpisah tanpa rasa cemas.
Mengapa ? PErpisahan sekali-sekali dengan orang tua memberikan manfaat buat perkembangan anak. Perpisahan bisa membantu anak untuk mandiri dan berani. Anak akan merasa dirinya mampu tidak tergantung pada orang tua. Selain itu, kesempatan ini juga akan memberikan pengalaman kepada anak bahwa bersama orang lain (bukan rang tua) bisa juga menyenangkan. Dengan kata lain, anak bisa meluaskan lingkungan sosialnya, dan menumbuhkan kecerdasan interpersonalnya.
Beberapa orang tua merasa tidak tega meninggalkan anaknya, sehingga memutuskan untuk membohongi anak ketika harus pergi. Beberapa orang tua sering meninggalkan anaknya dengan diam. Beberapa lainnya menyuruh pembantunya menyembunyikan anaknya supaya tidak melihat kepergian orang tuanya. Semuanya itu dilakukan untuk menghindari anak merengek dan menangis. Padahal kebiasaan ini berdampak kurang baik terhadap perkembangan kecerdasan interpersonal anak. Perasaan dibohongi akan menjatuhkan kepercayaan anak terhadap orang tuanya dan rasa aman trehadap dirinya sendiri. Padahal orang tua adalah figur pertama yang dikenal anak dalam interaksi sosialnya dan dijadikan acuan dalam membina relasi dengan orang-orang lain di kemudian hari. Sebaiknya, orang tua melaksanakan strategi-strategi yang cerdik ketika berpisah dengan anaknya. Berpisah dengan orang yang dikasihi memang bukan hal yang mudah buat anak. Sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif anak pada usia sebelum dua tahun, apa yang tidak kelihatan di mata dianggap tidak ada atu menghilang. Karena itu, orang tua perlu menyadari keterbatasan ini dan menyiapkan anak secara bijak. Permainan petak umpet memang sesuai untuk anak pada tahapan perkembangan ini. Dalam permainan ini, anak belajar bahwa apa yang hilang dari pandangan mata akan segera kembali lagi. Jadi apa yang tidak kelihatan tidak berarti hilang.
21. Ajak anak anda bersahabat dengan alam.
Mengapa ? Alam menyimpan kekayaan luar biasa dalam menunjang kehidupan manusia. Manusia dibenarkan memanfaatkan alam untuk bertahan hidup tapi manusia juga wajib memelihara alam yang telah memberinya berbagai keuntungan dan kebaikan. Sejak dini, anak perlu belajar untuk menghargai alam dan bukannya merusak alam. Agar bisa bersahabat dengan alam, manusia perlu mengenali alam dengan lebih baik.
22. Biarkan anak melihat anda melakukan ritual-ritual dalam agama anda.
Mengapa ? Orang tua adalah contoh atau model yang paling efektif dalam kehidupan rohani seorang anak. Sejak kecil anak perlu melihat bagaimana orang tuanya menjalani kehidupan rohani dan agama mereka. Orang tua yanga mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan akan lebih mudah membawa anak-anak mereka merasakan dan mengalami hal yang sama. Sebaliknya, orang tua tidak bisa hanya memberikan instruksi pada anak untuk menjalani ibadah-ibadah dalam agama tanpa memberikan contoh-contoh nyata. Orang tua juga sebaiknya tidak menyerahkan secara pasrah pendidikan agama dan perkembangan rohani anak mereka kepada institusi lain (sekolah, innstitusi keagamaan dan sebagainya). Jadi orang tua mempunyai kewajiban untuk membimbing dan menuntun anak mereka dalam menjalin relasi yang pribadi dengan Tuhan.
16. Berikan pujian, tepuk tangan dan sorakan untuk setiap keberhasilan kecil.
Mengapa ? pada masa dini pertumbuhan anak membutuhkan pengakuan dan pengukuhan atas prestasi-prestasi kecil yang dia lakukan.Orang tua sebaiknya memberi perhatian dengan jeli terhadap proses pertumbuhan anak. Ada banyak prestasi kecil yang perlu diperhatikan dan ditangkap selama proses pertumbuhan anak. Dari seorang bayi yang tampaknya tidak berdaya dan secara total membutuhkan bantuan orang lain untuk menjadi seorang anak berusia 2 tahun dengan berbagai kelincahan dan kecerdasannya, ada suatu proses menakjubkan yang bisa dinikmati baik oleh si anak maupun orang tua.
Rasa nikmat tersebut akan membuat proses pertumbuhan menjadi menyenangka. Melihat berbagai kemajuan yang ditunjukkan anak, orang tua perlu mengungkapkan rasa senangnya dan memberikan respon positif. Reaksi positif yang anak dapatkan akan membuat anak mulai mengembangkan kesadaran akan kemampuan dirinya. Selanjutnya kesadaran diri yang positif ii akan membangun kecerdasan intrapersonal anak.
17. Ajak anak untuk melihat kegagalan sebagai proses menuju keberhasilan.
Mengapa ? Kegagalan merupakan bagian dari suatu proses pertumbuhan. Dalam proses pertumbuhannya, seorang anak akan mengalami cukup banyak kegagaln kecil amupun besar (misalnya jatuh ketika belajar merangkak, menjatuhkan benda yang dipegangnya, mengompol, berbicara kurang lancar, dan sebagainya). Ungkapan klise "kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda" mengandung kebenaran.
Dalam konteks menumbuhkan kecerdasan anak, kegagaln merupakan peluang untuk belajar dan mencoba lagi. Dengan demikian, anak akan mencoba lagi mencari cara lain agar tidak menemui kegagalan yang kedua kalinya. Proses mencari akan melatih daya pikirnya. Dibalik kegagalan ada berbagai hal yang bisa dijadikan pelajaran. Pertama, kegagalan mengajarkan anak untuk merasa rendah hati dan menyadari keterbatasannya. Melalui kegagalan-kegagalan kecil, anak bisa belajar untuk lebih berhati-hati dan memperhitungkan resiko. Pengalaman kegagalan akan membuat anak untuk berusaha lagi dengan lebih baik. Ketiga, kegagalan menciptakan kesempatan bagi anak untuk dicintai secara utuh dan apa adanya. Jika orang tua bisa menerima kegagalan anak sebagai bagian dari proses pertumbuhannya, anak akan merasa diterima dan dihargai dan dicintai. Sebaliknya, ada beberapa orang tua yang menuntuthanya keberhasilan dan memberikan reaksi negatif atas kegagalan anak. Dalam situasi ini, anak akan merasa orang tuanya hanya mencintai keberhasilan dan prestasinya saja dan bukanlah dirinya.
18. Jangan mengambil alih peran dan tanggung jawab anak.
Mengapa ? sehubungan dengan kegagaln akan memberikan motivasi pada anak untuk berusaha lagi dengan lebih baik, sebaiknya orang tua tidak terlalu tergesa-gesa dan langsung membantu anak dalam mengatasi kegagalannya. Jangan biasakan untuk mengambil alih tanggung jawab anak. Ketika anak melakukan suatu kesalahan atau kekeliruan, ambillah kesempatan ini sebagai suatu momen pembelajaran bagi anak. Jangan mencarikan kambing hitam buat anak kita. Sebaliknya, dampingilah anak kita untuk bisa menghadapi kegagalannya dan mengatasinya sendiri. Anda bisa menghibur anak yang merasa gusar, takut dan sedih karena telah melakukan kesalahan tapi tetap mintalah dia untuk menghadapi permasalahannya sendiri. Sebagai oang tua, kita bisa mendukung dan mendampinginya tapi jangan sampai mengambil alih permasalahan anak (ingat, kita tidak akan hidup selamanya untuk bisa terus melakukan hal ini). Anak perlu diberi kesempatan untuk mengembangkan kesadaran dirinya bahwa dia bisa mengatasi permasalahannya sendiri. Pengembangan kesadaran diri ini merupakan bagian dari kecerdasan intrapersonal.
H. KECERDASAN INTERPERSONAL
19. Mengenali anggota keluarga dan teman-teman.
Mengapa ? Dunia anak akan terus meningkat mulai dari orang-orang terdekat (ayah, ibu dan pengasuh), anggota keluarga lain dan sanak saudara serta teman-teman. Seiring dengan itu, perkembangan kecerdasan interpersonal anak diawali dengan mengenali anggota keluarga serta bersikap ramah (tersenyum dan mau digendong) pada orang yang sudah sangat dikenal dan menolak orang yang belum dikenal.Lingkungan sosial ini makin lama makin luas bergantung pada sering tidaknya anak diberi kesempatan untuk mengenal orang-orang di luar lingkungan keluarga.
Sikap orang tua sangat berpengaruh pada anak. Orang tua yang gembira dan ramah bisa menularkan sikap positifnya itu pada anak. Bayi akan mudah tersenyum dan gembira juga. Sebaliknya, sikap orang tua yang tidak ramah dan penuh curiga akan membuat anak jadi merasa takut juga pada orang lain.
20. Berpisah tanpa rasa cemas.
Mengapa ? PErpisahan sekali-sekali dengan orang tua memberikan manfaat buat perkembangan anak. Perpisahan bisa membantu anak untuk mandiri dan berani. Anak akan merasa dirinya mampu tidak tergantung pada orang tua. Selain itu, kesempatan ini juga akan memberikan pengalaman kepada anak bahwa bersama orang lain (bukan rang tua) bisa juga menyenangkan. Dengan kata lain, anak bisa meluaskan lingkungan sosialnya, dan menumbuhkan kecerdasan interpersonalnya.
Beberapa orang tua merasa tidak tega meninggalkan anaknya, sehingga memutuskan untuk membohongi anak ketika harus pergi. Beberapa orang tua sering meninggalkan anaknya dengan diam. Beberapa lainnya menyuruh pembantunya menyembunyikan anaknya supaya tidak melihat kepergian orang tuanya. Semuanya itu dilakukan untuk menghindari anak merengek dan menangis. Padahal kebiasaan ini berdampak kurang baik terhadap perkembangan kecerdasan interpersonal anak. Perasaan dibohongi akan menjatuhkan kepercayaan anak terhadap orang tuanya dan rasa aman trehadap dirinya sendiri. Padahal orang tua adalah figur pertama yang dikenal anak dalam interaksi sosialnya dan dijadikan acuan dalam membina relasi dengan orang-orang lain di kemudian hari. Sebaiknya, orang tua melaksanakan strategi-strategi yang cerdik ketika berpisah dengan anaknya. Berpisah dengan orang yang dikasihi memang bukan hal yang mudah buat anak. Sesuai dengan tahapan perkembangan kognitif anak pada usia sebelum dua tahun, apa yang tidak kelihatan di mata dianggap tidak ada atu menghilang. Karena itu, orang tua perlu menyadari keterbatasan ini dan menyiapkan anak secara bijak. Permainan petak umpet memang sesuai untuk anak pada tahapan perkembangan ini. Dalam permainan ini, anak belajar bahwa apa yang hilang dari pandangan mata akan segera kembali lagi. Jadi apa yang tidak kelihatan tidak berarti hilang.
I. KECERDASAN NATURALIS
21. Ajak anak anda bersahabat dengan alam.
Mengapa ? Alam menyimpan kekayaan luar biasa dalam menunjang kehidupan manusia. Manusia dibenarkan memanfaatkan alam untuk bertahan hidup tapi manusia juga wajib memelihara alam yang telah memberinya berbagai keuntungan dan kebaikan. Sejak dini, anak perlu belajar untuk menghargai alam dan bukannya merusak alam. Agar bisa bersahabat dengan alam, manusia perlu mengenali alam dengan lebih baik.
J. KECERDASAN SPIRITUAL ATAU EKSISTENSIALIS.
22. Biarkan anak melihat anda melakukan ritual-ritual dalam agama anda.
Mengapa ? Orang tua adalah contoh atau model yang paling efektif dalam kehidupan rohani seorang anak. Sejak kecil anak perlu melihat bagaimana orang tuanya menjalani kehidupan rohani dan agama mereka. Orang tua yanga mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan akan lebih mudah membawa anak-anak mereka merasakan dan mengalami hal yang sama. Sebaliknya, orang tua tidak bisa hanya memberikan instruksi pada anak untuk menjalani ibadah-ibadah dalam agama tanpa memberikan contoh-contoh nyata. Orang tua juga sebaiknya tidak menyerahkan secara pasrah pendidikan agama dan perkembangan rohani anak mereka kepada institusi lain (sekolah, innstitusi keagamaan dan sebagainya). Jadi orang tua mempunyai kewajiban untuk membimbing dan menuntun anak mereka dalam menjalin relasi yang pribadi dengan Tuhan.




