Senin, 28 November 2011

MENGENAL KECERDASAN MAJEMUK, MULTIPLE INTELLIGENCE

Mengenal dan mengajarkan kecerdasan majemuk sangatlah penting untuk mengembangkan potensi anak-anak. Mulailah sejak usia dini. Diperlukan pendekatan tersendiri dan pengamatan yang cukup cermat agar dapat mengetahui kecerdasan mana yang lebih dominan pada anak-anak tertentu. Kemudian setelah mengetahui kecerdasan dominan seorang anak, tinggal bagaimana cara kita mengajarkan dan mengembangkannya.

Kecerdsasan majemuk disebut dengan cara kependekan dari 8 istilah untuk kecerdasan majemk, yaitu SLIM-N-BIL. S adapalah Spasial-Visual, cerdas dalam menggambar atau membayangkan keruangan. L adalah Linguistik-Verbal, cerdas dalam berkata-kata atau berbahasa. I adalah Interpersonal, cerdas dalam berinteraksi dengan sesama. M adalah Musikal-Ritmik, cerdas dalam menyanyi dan memainkan alat-alat musik. N adalah Naturalis, cerdas dalam berhubungan dengan alam semesta dan isinya. B adalah Badan-Kinestetik, cerdas dalam berolah raga dan menari. I adalah Itrapersonal, cerdas dalam memahami diri atau merenung. L adalah Logis-Matematis, cerdas dalam berhitung.

Ketika anak diperkenalkan dengan kecerdasan majemuk ini, ada pertanyaan cukup bagus untuk memulainya, yakni "adakah yang ingin menjadi seperti Taufik Hidayat ? " , "Adakah yang ingin menjadi seperti Melly Guslow ?" atau "Adakah yang ingin menjadi seperti Albert Einstein ?". Dari beberapa pertanyaan ini, anak diajak melihat realita seperti apa dan siapa orang yang menurut mereka telah menemukan puncak kecerdasannya.

Setiap anak sebenarnya memiliki delapan kemampuan majemuk ini. Dari delapan macam kecerdasan tersebut, ada beberapa yang sangat menonjol. Misalnya, seseorang yang memiliki kecerdasan musik. Orang tersebut sangat cepat menangkap tentang musik, piawai sekali memainkan alat musik, sekaligus menanyikannya. Banyak oranag akan menganggap bahwa orang tersebut memang pandai di bidang musik.

Butuh proses dan waktu dalam mengembangkan kecerdasan majemuk, tergantung kemampuan anak dan cara belajarnya. Setiap anak tidak akan sama. Ada anakyang selama 3-4 jam berlatih terus bermain bola, tiada hari tanpa dia memikirkan tentang bola. Ketika dia bermain sepak bola lawannya sangat sulit untuk mengambil bola yang sudah berada di kakinya. Ia sering mencetak gol. Inilah yang lebih dikenal sebagai kecerdasan kinestetik. Semuanya membutuhkan waktu dan proses panjang karena tidak ada yang dapat dipetik buahnya secara mendadak.


MENGENAL KECERDASAN KINESTETIK


Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan menyelaraskan pikiran dengan badan sehingga apa yang dikatakan oleh pikiran akan tertuang dalam bentuk gerakan-gerakan badan yang indah, kreatif dan mempunyai makna. Definisi ini merujuk pada tulisan yang mengatakan bahwa " ... Sebuah keselarasan antara pikiran dan tubuh, dimana pikiran dilatih untuk memanfaatkan tubuh sebagaimana mestinya dan tubuh dilatih untuk dapat merespon ekspresi kekuatan dan pikiran (Linda C, Bruce C dan Dee D, 2002)

Kecerdasan majemukada delapan macam,tetapi kajian ini hanya berfokus pada kecerdasan kinestetik. Kajian ini diharapkan mampu membantu guru dan orang tua untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak.

Diawali dengan anak yang menangkap informasi yang masuk, misalkan berupa balok yang berserakan dengan ukuran sebesar dadu, lalu informasi itu disampaikan ke otak kemudian ke tangan. Tangan akan mencoba menyusun balok kecil tersebut, bisa menyusun ke atas atau kesamping dengan warna yang berbeda-beda, sehingga terjasi penyatuan gerak dan pikiran ke anggota badan.Contoh lain yaitu dengan bola kecil yang empuk, anak akan menangkap informasi bahwa ada bola di depan dirinya, kemudian informasi tersebut ia sampaikan ke dalam otak lalu otak menganalisis adkan diapakan bola tersebut, ditendang ? diambil lalu diremas-remas ? atau diambil kemudian dilempar ? Semua pertanyaan itu dijawab oleh otak. Setelah mendapatkan jawaban yang dianggap paling tepat dan terbaik, informasi tersebut akan disampaikan ke otot (anggota badan). Misalkan bola tersebut harus diambil, lalu sebagian anggota geraktubuh akan melakukan gerakan bagaimana cara mengambil bola tersebut kemudian memainkannya dengan jari-jarinya. Hal ini berlangsung dengan cepat dan akan menentukan berhasil atau tidaknya penyelarasan pikiran dan tubuh.
Semakin sulit gerakan yang akan dilakukan atau dipelajari, semakin kompleks proses analisisnya. Proses latihan atau belajarlah yang akan menentukan cepat atau tidaknya pengolahan informasi yang terjadi> Tidak semua performa gerakan yang ditunjukkan seseorang sesuai dengan harapannya, tetapi dengan terus mencoba serta belajar, performa gerakan akan menjadi semakin baik, dan dalam belajar gerakan seperti ini kecepatannya tidak akan sama bagi setiap orang.

Rabu, 02 November 2011


Selasa, 01 November 2011

Kecerdasan Anak

Menjadi orang tua adalah keputusan untuk menjalani suatu proses belajar, tumbuh dan berkembang bersama dengan anak" kita. Tidak pernah ada dan tidak akan ada orang tua sempurna di dunia ini. Yang terpenting bukanlah apakah kita sudah menjadi orang tua yang paling baik atau tidak, melainkn apakah kita sudah senantiasa beruusaha untuk menjadi makin bijak dalam proses tumbuh kembang kita sebagai orang tua.


Apa itu Kecerdasan ?

Menurut seorang ilmuwan bernama Jean Piaget , tahapan proses belajar dan perkembangan berpikir manusia adalah sebagai berikut :
1. Tahapan Sensorimotor (usia 0-2 tahun)
2. Tahapan Preoperasional (usia 2-6 tahun)
3. Tahapan Operasional
     a. Operasional Konkret (usia 6-12 tahun)
     b. Operasional Formal (usia setelah 12 tahun)

Kecerdasan manusia mempunyai sedikitnya 9 dimensi, yakni :

1. Kecerdasan musikal

Dari perspektif neurologis, kecerdasan musik adalah kecerdasan yang paling awal tumbuh dalam diri manusia. Detak jantung, denyut nadi dan suara pencernaan makanan dalam rahim ibu merupakan materi awal yang diterima seorang anak manusia dalam menumbuhkna kecerdasan musikalnya. Kecerdasan musikal mempunyai pengaruh yang sangat besar pada perasaan manusia.

2. Kecerdasan Gerak Tubuh

Kecerdasan ini memunginkan koordinasi antara otak dan tubuh manusia. Secara minimal, kecerdasan gerak tubuh ini dibutuhkan manusia untuk menjalani kehidupan sehari - hari. jika kecerdasan ini bisa dikembangkan secara optimal, seseorang bisa melakukan koordinasi tubuhnya secara luar biasa seperti yang dilakukan oleh penari, atlet, pemain akrobat, pesulap dan sebagainya.

3. Kecerdasan Visual Spatial

Kecerdasan ini meliputi kemampuan untuk memahami dan menguasai relasi benda dalam ruang serta visualisasi grafis serta manipulasi mental terhadap benda-benda.
Daya imajinasi dan visualisasi merupakan bagian penting dari kecerdasan visual spatial.

4. Kecerdasan Logika Matematika

Kecerdasan logika matematika memungkinkan seseorang untuk melakukan penghitungan, pengukuran, pemikiran induktif dan deduktif serta mengenali pola-pola abstrak. Kecerdasan ini tumbuh sangat dini dalam proses perkembangan manusia. Sejak pada tahapan yang sangat dini, manusia mencari bentuk dan pola. Pada tahapan perkembangan yang lebih maju, kecerdasan ini mencakup kemampuan memahami pola-pola pemikiran logika dan abstrak.

5. Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menggunakan sistem bahasa manusia untuk berkomunikasi. Kecerdasan ini meliputi kemampuan mendengarkan, bercakap, membaca dan menulis untuk berbagai tujuan seperti memberi informasi, menghibur, mengungkapkan pendapat dan argumen serta meyakinkan orang lain.

6. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan ini merupakan kemampua untuk keluar dari diri sendiri dan memahami diri sendiri. Manusia adalah satu-satunya mahkluk hidup yang mampu mengembangkan kesadaran diri. Pemahaman akan perasaan - perasaan dan pemkiran-pemikiran diri sendiri merupakan bagian dari kecerdasan intrapersonal.

7. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan ini memungkinkan seseorang untuk memahami perasaan, suasana hati, keinginan dan temperamen orang lain. Dengan kecerdasan interpersonal yang tinggi, orang bisa bekerja sama dengan orang lain dan melakukan sinergi untuk membuahkan hasil-hasil positif.

8. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan naturalis adalah kepekaan terhadap alam dan isinya (flora dan fauna) dan kemampuan untuk memahami serta menghargai dampak alam terhadap diri sendiri dan dampak tindakan sendiri terhadap alam. Kecerdasan ini meliputi kemampuan untuk mengenali dan mengklasifikasi berbagai macam flora dan fauna serta menikmati persekutuan dengan alam.

9. Kecerdasan Spiritual dan Eksistensialis

Kecerdasan ini adalah kepekaan terhadap keberadaan diri sendiri dan kemampuan memahamirelasi diri dengan Sang Pencipta. Dengan kecerdasan ini, manusia bisa memahami dan memaknai kehidupannya sebagai bagian dari suatu rencana besar untuk kebaikan seluruh umat manusia dan kemuliaan Tuhan.